Profil Desa Lekor



PROFIL DESA

2.1     Kondisi Desa
2.1.1          Sejarah Desa
Sebelum menjadi desa devinitif, Desa Lekor adalah salah satu dari empat UPT (Unit Pemukiman Transmigrasi ) tahun penempatan 1998 tepatnya Bulan Pebruari yang  berada di wilayah Kecamatan Janapria, dan merupakan UPT yang ke empat dari UPT sebelumya, sehingga pada awal berdirinya Desa Lekor disebut dengan UPT Janapria IV, dan pada saat itu dipimpin oleh seorang KUPT (Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi), yang  selanjutnya bertugas melaksanakan Pemerintahan Desa, menjelang dibentuknya Pemerintahan Desa. Menurut Seorang saksi sejarah, pada Jum’at ke empat setelah berdirinya UPT Janapria IV, Seusai Sholat Jum’at para Sesepuh, Tokoh Masyarakat, Para Pemuka Agama pada saat itu mengadakan Musyawarah di Masjid Nurul-Hikmah (Masjid lama) yang dipimpin oleh KUPT, yang salah satu agendanya adalah memberikan nama Desa dan menjadwalkan Pemilihan PJS Kepala Desa. Diantara para Tokoh yang hadir pada saat itu ialah Bapak Sonaji, Datuk Syamsuddin Ali (almrhum), Bapak Sahrul, Bapak Suyadji, Bapak Mat Kusman, Mbah Sugiman, Bapak A.Husain, Bapak Kapten  Entjang Duljan, Bapak Kapten Karmin,Datuk Ilyas, Datuk M.Bhaki Somad(Alm), Bapak Da’i Amin Asrori, Bapak Da’i Mujiddin Hermawan Bapak Susilo, dan masih banyak  lagi orang tua  dan juga Tokoh Pemuda yang ikut serta dalam musyawarah tersebut yang tidak dapat di sebutkan satu persatu. Selanjutnya dalam Forum Musyawarah tersebut sepakat memberikan Nama untuk  Desa UPT Janapria IV dengan Nama “Lekor” yang diambil dari kondisi Geografi wilayah tersebut yang Berbukit dan tanahnya berwarna Kuning. Dan terpilih sebagai PJS Kepala Desa pada sat itu ialah Bapak Sahrul yang menjalan Tugas kira-kira selama 6(enam) Bulan yang kemudian dilanjutkan oleh Datuk Syamsuddin Ali sampai diadakanya Pemilihan Kepala Desa yang Definitif pada tahun 2001 ,dan terpilih sebagai Kepala Desa dari 2(dua) yang mencalonkan diri ialah Datuk Syamsuddin Ali, yang kemudian bergelar “Datuk Depati Syamsuddin Ali”, Beliau terpilih sebagai Kepala Desa selama 2(dua) periode, dan selama kepemimpinan Beliau banyak Pembangunan-pembangunan yang dicapai ,diantaranya yaitu Pembangunan Masjid Nurul-Hikmah yang baru, Pembangunan Madrasah  Nahdhotussyubban, Pembangunan Jembatan, Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Pembangunan Gedung Posyandu dan pada tahun kedua Periode kedua tepatnya pada Bulan Juni Tahun 2009 Beliau jatuh sakit dan meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Janapria, Desa  dimana Beliau dilahirkan. Selanjutnya kira-kira 2(dua) Minggu setelah Datuk Syamsuddin Ali meninggal diadakan pemilihan PJS Kepala Desa yang meneruskan tugas Memimpin Jalanya Roda Pemerintahan sampai  diadakan pemilihan Kepala Desa yang baru. Dan pada Bulan Januari tahun 2010 diadakan pemilihan Kepala Desa , dan dari dua orang yang mencalonkan diri, yang terpilih menjadi kepala Desa adalah Bapak TARMIZI bin BURHAN   yang kemudian bergelar Datuk Depati TARMIZI dan pada Bulan Maret 2010 Beliau dilantik menjadi Kepala Desa Lekor untuk Periode 2010 sampai dengan 2016. Dan sejak dilantiknya Beliau menjadi Kepala Desa Beliau bertekad bersama BPD, Lembaga Adat, KUD, Pemuda serta seluruh perangkat desa dan jajarannya siap membawa Desa Lekor  membawa/menuju Desa Lekor BERMARTABAT( Berbudaya Ekonomi Mandiri Berlandaskan Taqwa )  
  





2.1.2     Letak Geografis
Secara geografis Desa Lekor teletak di bagian Barat Kabupatan Lombok Tenagh dengan luas wilayah + 11,032 Ha KM2 .dengan batas wilayah sebagai berikut :
-Sebelah Timur dengan                     : Desa Lingsar/Sepit (Lombok -Sebelah Utara dengan                     : Desa Sukarara (Lombok Timur)
-Sebelah Selatan dengan                 : Desa Suka Raja (Lombok Timur)
-Sebelah Barat dengan                      : Desa Saba (Lombok Tengah)
 Luas Wilayah Desa Lekor adalah 5.220 Km2 yang terdiri dari :
a)       Kebun Plasma Masyarakat                               : 750 Ha.
b)       Lahan  Pekarangan                                         : 300 Ha.
c)       Kebun TKD, Tanah Restant , dan FU               :   50 Ha.
Keadaan Topografi Desa Lekor dilihat secara umum  merupakan daerah Perbukitan .  Yang beriklim sebagaimana desa-desa lain di Kabupaten Lombok Tenagh,dan mempunyai iklim kemarau, panca robah dan penghujan,  hal tersebut  mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam pertanian yang ada di Desa Lekor.
1.       Orbitas/Jarak Antar Ibu Kota
Jarak(KM)
Desa Lekor
Ibu Kota Kec.
Ibu Kota Kab.
Ibu Kota Prov.
Desa Lekor
0
7
       27
47
Ibu Kota Kec.
              7
0
       20
40
Ibu Kota Kab.
27
20
0
20
Ibu Kota Prov.
47
40
20
0

2.       Prasarana Umum Yang Ada
Jenis Prasarana
Volume
Kondisi
Jalan Kabupaten
14 .000 Km
Baik
Jalan Desa
60.000 Meter
Rusak
Jalan Lingkungan/Rabat Beton
6000 Meter
Sedang
Jalan Produksi/Tanah
25000 Meter
Rusak Parah
Gedung SD
5 Unit
Sedang
Gedung Madrasah
3 Unit
Kurang Lokal/Rusak
Pustu
1 Unit
Rusak
Posyandu
10 Unit
Tidak ada Gedung
Sumur Gali Umum
335 Unit
Sedang
MCK
5 Unit
Rusak
Kantor Desa
1 Unit
Sedang
Puskesdes
1 Unit
Rusak
Masjid
15 Unit
Sedang
Gedung TK/PAUD
1 Unit
Rusak
Jembatan Desa
4 Unit
Sedang
Musholla/Surau
32 Unit
Sedang

3.       Aset Desa/Kekayaan Desa
Jenis Aset
Volume
Kondisi
Tanah Kas Desa
9 Hectar
Produktif
Tanah Perkarangan Masjid
5 Hectar
Dimanfaatkan
Tanah Lokasi Perkantoran
6,5 Hectar
Dimanfaatkan
Tanah Lokasi TPU
3 Hectar
Dimamfaatkan
Tanah Tanah Kosong
80 Are
Kosong di Manfaatkan

2.1.3         Demografi
a.       Kependudukan
Jumlah penduduk Desa Lekor adalah 12.200 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 4.027 KK.

Laki-Laki
Perempuan
Jumlah Total
5827  Jiwa
6193  Jiwa
12.020 Jiwa

b.       Pertumbuhan Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Lekor cenderung meningkat karena tingkat kelahiran lebih besar daripada kematian serta penduduk yang masuk lebih besar dari penduduk yang keluar.
DATA DESA LEKOR KECAMATAN JANAPRIA
LUAS WILAYAH                 : 11.32 Km
JUMLAH PENDUDUK      : 12020
Tabel : Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
NO
NAMA DUSUN
JML KK
JML PENDUDUK

JML


KET
LK
PR
1
PEPAO TIMUR I
178
260
274
534

2
PEPAO TIMUR II
150
215
235
450

3
KAPIT
56
80
84
164

4
PEPAO TENGAH
142
226
240
466

5
MONTONG BILE
167
251
250
501

6
PRESAK
163
280
209
489

7
PEPAO BARAT I
140
200
220
420

8
PEPAO BARAT II
133
199
200
399

9
PEPAO BARAT III
127
180
101
261

10
LENDANG JAWA
85
120
135
255

11
LEKOR TIMUR
170
250
260
510

12
LEKOR DIREK
87
129
132
261

13
LEKOR TENGAH
177
266
305
531

14
LEKOR BARAT I
131
195
198
393

15
LEKOR BARAT II
141
200
225
425

16
PELAPAK I
79
110
127
237

17
AMBAT
89
127
140
267

18
TAKEN-AKEN I
132
190
206
396

19
TAKEN-AKEN II
57
82
89
171

20
TIBU BARU
65
90
107
197

21
SELAPING
99
138
157
295

22
GULUNG
131
190
207
397

23
EMBUNG WILE
114
170
172
342

24
SANTONG
114
135
165
300

25
WALUN
141
240
255
495

26
BELO
131
180
180
360

27
SONDO
152
220
236
456

28
ANDANG MBUNG
80
100
140
240

29
LINGKOK BUNUT TIMUR
140
200
220
420

30
LINGKOK BUNUT BANTUN
145
231
204
435

31
LINGKOK BUNUT BARAT
158
204
270
474

32
RENGE
153
209
250
459

JUMLAH
4027
5827
6193
12020


Sumber : Data Kaur Pemerintahan Desa Lekor
c.       Kepadatan dan Persebaran Penduduk
Persebaran penduduk di Desa Lekor relatif merata, secara absolut jumlah penduduk pada tiap-tiap Rukun Tetangga (RT) terlihat relatif berimbang, namun karena luas wilayah masing-masing RT berbeda maka tingkat kepadatan penduduknya terlihat beda pada tahun 2010. RT Pepao Timur I,Pepao Timur II, merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tertinggi di wilyah Desa Lekor yaitu 204 Jiwa per Km2. Sementara itu RT 05 merupakan tingkat kepadatan terendah yaitu dengan tingkat kepadatan 19 jiwa per km2.
Tabel : Jumlah Kepadatan dan Persebaran Penduduk
Desa Lekor Tahun 2015
No
DUSUN
Luas
(Km2)
Jumlah Penduduk (Orang)
Kepadatan (Orang/ Km2)
Persebaran %
1
Pepao Timur I
0,500
534


2
Pepao Timur II
0,500
450


3
KapiT
0,500
164


4
Pepao Tengah
0,500
466


5
Montong Bile
0,500
501


6
Presak
0,500
489


7
Pepao Barat I
0,500
420


8
Pepao Barat II
0,500
399


9
Pepao Barat III
0,500
261


10
Lendang Jawe
0,400
255


11
Lekor Direk
0,500
510


12
Lekor Timur
0,500
261


13
Lekor Tengah

0,500

531


14
Lekor Barat I
0,400
393


15
Lekor Barat II
0,400
425


16
Pelapak
0,500
237


17
Menteger
0,400
267


18
Taken-Aken I
0,500
396


19
Taken-Aken II
0,500
171


20
Penyambak
0,400
197


21
Selaping
0,500
295


22
Gulung
0,500
397


23
Embung Wile
0,500
342


24
Santong
0,500
300


25
Walun
0,400
495


26
Belo
0,500
360


27
Sondo I
0,400
456


28
Sondo II
0,400
240


29
Lingkok Bunut Barat
0,500
420


30
Lingkok Bunut Timur
0,500
435


31
Lingkok Bunut Bantun
0,400
474


32
Renge
0,500
459


JUMLAH


12020


d.       Struktur  Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Berdasarkan struktur umur, penduduk Desa Lekor tergolong penduduk usia dewasa. Indikasi ini tergambar dari rasio penduduk usia kelompok  umur 46-50- dan 51-55 tahun merupakan yang terbanyak jumlahnya masing-masing  1504 jiwa dan 1401 jiwa. Kemudian disusul kelompok umur 41-45 dan 36-40 yaitu masing-masing 1301 jiwa dan 1271 jiwa. Rasio jenis kelamin penduduk Desa Lekor menunjukkan bahwa penduduk perempuan relatif lebih banyak dibandingkan laki-laki
Tabel Struktur Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin pada setiap Dusun di Desa Lekor tahun 2014
No
Kelompok Umur
Tahun 2014
LK
PR
Jumlah
1
0 – 5
140
161
301
2
6 – 10
180
195
375
3
11 – 15
188
155
405
4
16 – 20
250
263
513
5
21 – 25
425
433
858
6
26 – 30
434
519
953
7
31 – 35
525
525
1050
8
36 – 40
605
666
1271
9
41 – 45
687
614
1301
10
46 – 50
737
770
1504
11
51 – 55
705
696
1401
12
56-60
463
438
901
13
61– 65
255
378
633
14
66-70
98
205
303
15
 71 keatas
135
116
251
Jumlah
5827
6193
12020


2.1.4          Keadaan Sosial
a.         Sumber Daya Manusia
Sasaran akhir dari setiap pembangunan bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM merupakan subyek dan sekaligus obyek pembangunan, mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, sejak kandungan hingga akhir hayat. Oleh karena itu pembangunan kualitas manusia harus menjadi perhatian penting. Pada saat ini SDM di Desa Lekor cukup baik dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.
b.         Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan. Dan pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistimatika pikir atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju. Dibawah ini tabel yang menunjukan tingkat rata-rata pendidikan warga desa Lekor.
Tabel : Jumlah Penduduk Bedasarkan Tingkat Pendidikan
Desa Lekor Tahun 2015
No
Keterangan
Dusun I
Dusun II
Jumlah
LK
PR
LK
PR
1
Tamat SD
42
34
30
28
134
2
Tamat SMP
34
24
21
22
101
3
Tamat SMA
18
10
14
9
51
4
Tamat Universitas/PT
3
3
1
1
8
5
Pelajar SD
17
19
13
19
68
6
Pelajar SMP
7
7
8
10
32
7
Pelajar SMA
2
4
3
3
12
8
Mahasiswa
0
2
3
9
14
9
Tidak sekolah & Putus sekolah
7
5
18
15
45
10
Belum sekolah
16
9
17
10
52

Persentase dari Jumlah Penduduk :
                                Tamat SD                                                              :  25,78 %                                   
                                Tamat SMP                                                           :  19,14 %                                           
                                Tamat SMA                                                           :    9,96 %
                                Tamat Perguruan Tinggi                                                    :     1,56 %
                                Pelajar SD                                                             :   13,28 %
                                Pelajar SMP                                                          :     6,25 %
                                Pelajar SMA                                                          :     2,34 %
                                Mahasiswa                                                            :     2,73 %
                                Tidak sekolah & Putus sekolah                        :     8,78 %
                                Belum sekolah                                                     :    10,15%
Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa di Lekor kebanyakan penduduk yang tidak sekolah dan putus sekolah yaitu sebesar 8,78 %, kemudian yang memiliki bekal pendidikan pendidikan dasar 25,78 % dan Pelajar SD yaitu 13,28 %. Sementara yang sedang pendidikan di Perguruan Tinggi hanya 2,73 %. Serta yang selesai perguruan tinggi hanya 1,56 %.
c.       Kesehatan
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Lekor antara lain dapat dilihat dari status kesehatan, serta pola penyakit. Status kesehatan masyarakat antara lain dapat dinilai melalui berbagai indikator kesehatan seperti meningkatnya usia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, angka dan status anak gizi buruk.
Tahun
Baik
Kurang
Buruk
          2009
141 Org.
3 Org.
.
          2010
147 Org.
2 Org.

            Sumber Data : Pustu Desa Lekor
d.       Kehidupan Beragama
Penduduk Desa Lekor 100% memeluk agama Islam. Dalam kehidupan beragama kesadaran melaksanakan ibadah keagamaan khususnya agama Islam sangat berkembang dengan baik.
e.       Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Wanita dan anak merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pembangunan dan keberhasilan pembangunan Desa Lekor. Wanita dan anak dari komposisi penduduk desa Lekor, pada tahun 2015 jumlah penduduk wanita mencapai 254 jiwa atau sekitar 49,60 % dari total penduduk berjumlah 512 jiwa, sedangkan jumlah penduduk 0-20 tahun mencapai 41,01 %.
Masih tertinggalnya peran perempuan dan kualitas hidup perempuan dan anak di berbagai bidang pembangunan antara lain ditandai belum optimalnya partisipasi kaum perempuan dan pemuda dalam pembangunan, hal itu terlihat dari prestasi pemuda dalam bidang seni budaya dan olah raga masih sangat rendah.
f.        Budaya
Pada bidang budaya ini masyarakat desa Lekor menjaga dan menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat  yang diwarisi oleh para leluhur, hal ini terbukti masi berlakunya tatanan budaya serta kearipan lokal pada setiap prosesi pernikahan, khitanan, panen raya serta prosesi cuci kampung jika salah seorang dari warga masyarakat melanggar ketentuan hukum adat. Lembaga yang paling berperan dalam melestarikan dan menjaga tatanan adat istiadat dan budaya lokal ini adalah Lembaga Adat desa Lekor (LAD), lembaga ini masih tetap aktif, baik dalam kepengurusan maupun dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 
g.       Politik
Proses reformasi yang bergulir sejak tahun 1997 telah memberikan peluang untuk membangun demokrasi secara lebih nyata menuju arah proses konsolidasi demokrasi. Lebih lanjut format politik ini terumuskan juga berdasarkan UU Nomor 31 tahun 2002 tentang Partai Politik. UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum, UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD, serta UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.
Kemajuan demokrasi telah dimamfaatkan oleh masyarakat untuk menggunakan hak demokrasinya antara lain dibuktikan dengan adanya peningkatan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam proses pemilihan umum, hal tersebut dapat dilihat angka partisipasi masyarakat pada tabel berikut.
PEMILU
Jumlah Pemilih Tetap
Pemilih Yang Menggunakan Hak Pilih
Tahun
Pemilihan Umum
410
396
2014
Presiden dan wakil Presiden
410
391
2014
Pemilihan Kepala Desa


2012
Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi.
416
405
2013
Bupati dan wakil Bupati Lombok Tenagh
416
407
2010
Sedangkan konstituen dan pengurus  partai politik peserta pemilu tahun 2009 yang ada di desa Lekor adalah sebagai berikut :
No
PARTAI POLITIK
PENGURUSAN RANTING/KONSTITUEN
AKTIF
TIDAK
1
GOLKAR

2
PKS

3
GERINDRA

4
DEMOKRAT

5
PKB

6
PAN






2.1.5          Keadaan Ekonomi
a.       Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Desa Lekor secara umum juga mengalami peningkatan, hal ini dinilai dari bertambahnya jumlah penduduk yang memiliki usaha atau  pekerjaan walaupun jenis pendapatan tersebut pada umumnya belum dapat dipastikan bersumber dari hasil usaha yang dilakukan bisa juga diperoleh dari pinjaman modal usaha dari pemerintah,seperti dana SPP dari  program PNPM ,atau Instansi lainnya.
Berikut ini tabel mata pencarian penduduk Desa Lekor dari tahun 2014.
No
Mata Pencaharian
Jumlah (Orang)
Persentase dari Jumlah Penduduk
1
Petani
131
25,58
%
2
Pedagang
8
1,58
%
3
Peternak
65
12,69
%
4
Serabutan
5
0,97
%
5
Buruh
2
0,39
%
6
PNS/TNI/POLRI
3
0,58
%
7
Ibu Rumah Tangga
145
28,32
%
8
Sopir
4
0,78
%
9
Bengkel
2
0,39
%
10
Tidak bekerja
157
30,66
%
Jumlah
522
100
%

TABEL : DISTRIBUSI KK BERDASARKAN PENDAPATAN PERBULAN
DI DESA LEKOR
No
Pendapatan perbulan
Jumlah (KK)
%
1
Rp.    600,000, - Rp. 1.000.000
3035
65,52
2
Rp. 1.000.000.-  Rp. 2.000.000
75
24,13
3
> Rp. 2.000.000
273
10,35

JUMLAH

100,00

Komudity andalan terbesar yang dihasilkan dari desa Lekor adalah Tembakau Virginia, ini dikarenakan 75 % dari luas wilayah desa Lekor adalah perkebunan Kelapa Sawit. Adapun daftar tabel produksi Tembakau Virginia dari tahun 2003 s/d. 2014 pada bulan :
No
TAHUN 2014
JUMLAH PRODUKSI TEMBAKAU
1
September
120 Ton
2
Oktober
120 Ton
JUMLAH
240 Ton

2.2     Kondisi Pemerintahan Desa
2.2.1          Pembagian wilayah desa
Desa Lekor terdiri dari 32 Dusun dengan perincian sebagai berikut :
1.  Dusun Pepao Timur I , terdiri dari 2  RT yaitu RT 01 & RT 02
2.  Dusun Pepao Timur II, terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
3.  Dusun Kapit,  terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
4.  Dusun Montong Bile terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
5.  Dusun Pepao tengah terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
6.  Dusun Presak terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
7.  Dusun Pepao Barat I terdiri dari 21 RT yaitu RT 01 & RT 02
8.  Dusun Pepao Barat II terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
9.  Dusun Pepao Barat III terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
10.   Dusun Lendang Jawe terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
11.   Dusun Lekor Direk terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
12.   Dusun Lekor Timur terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
13.   Dusun Lekor Tengah terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
14.   Dusun Lekor Barat I terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
15.   Dusun Lekor Barat II terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
16.   Dusun Pelapak terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
17.   Dusun Menteger terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
18.   Dusun Selaping terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
19.   Dusun Taken-Aken I terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
20.   Dusun Taken-Aken II terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
21.   Dusun Penyambak terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
22.   Dusun Gulung terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
23.   Dusun Embung Wile terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
24.   Dusun Santong terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
25.   Dusun Walun terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
26.   Dusun Belo terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
27.   Dusun Sondo I terdiri dar 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
28.   Dusun sondo II terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
29.   Dusun Renge terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02
30.   Dusun Lingkok Bunut Barat terdiri dari 2 RT yaitu R& RT 02T 01 
31.   Dusun Lingkok Bunut Timur terdiri dari 2 RT yaitu RT 01 & RT 02
32.   Dusun Lingkok Bunut Bantun terdiri dari 2 RT yaitu RT 01  & RT 02








BAB IV
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

4.1     Visi dan Misi
4.1.1          Visi
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan Visi Desa Lekor  ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Lekor seperti pemerintah Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di Kecamatan Janapria mempunyai titik berat sektor infrastruktur. Maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa Lekor adalah :
“ TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA LEKOR YANG BERIMAN,BERSIH ,SERTA SEHAT,AMAN DAN SEJAHTERA”

4.1.2          Misi
Selain Penyusunan Visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut. Visi berada di atas Misi. Pernyataan Visi kemudian dijabarkan ke dalam misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi, misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Lekor, sebagaiman proses yang dilakukan maka misi Desa Lekor adalah :
1.      Mengedepankan kebersamaan dengan cara menumbuhkan Toleransi dan saling Hormat menghormati demi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta pembangunan  di semua bidang.
2.      Mengupayakan Ekonomi Masyarakat Mandiri dengan cara memberikan pemahaman pentingnya Berkoperasi,dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk menekan munculnya pengangguran.
3.      Mewujudkan pemerintah desa Lekor yang efektif dan efisien dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
4.      Mengembangkan sektor perkebunan,peternakan dan sektor usaha industri kecil yang berwawasan ekonomi kerakyatan.
5.      Meningkatkan pendidikan dibidang agama untuk Mewujudkan Masyarakat yang Taqwa adalah bagian terpenting yang terus diupayakan.
4.2     Kebijakan Pembangunan
4.2.1          Arah Kebijakan Pembangunan Desa
Arah Kebijakan Pembangunan Desa adalah sasaran dan kebijakan Desa yang dijadikan petunjuk dan ketentuan umum yang disepakati sebagai pedoman penyusunan rancangan APBDes. Adapun maksud dari Arah dan Kebijakan pembangunan Desa Lekor pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pencapaian visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan strategis yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Desa Lekor.
Beberapa hal yang menjadi arah kebijakan pembangunan Desa Lekor antara lain :
1.       Pembangunan Bidang Sarana dan prasarana
Kebijakan bidang sarana dan prasarana ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan prasarana yang mendukung peningkatan produktifitas ekonomi masyarakat.
2.       Pembangunan bidang pendidikan
Pembangunan bidang pendidikan diarahkan untuk peningkatan kemampuan Sumber daya Manusia (SDM) desa sehingga mampu melaksanakan pembangunan dan menciptakan Desa Lekor yang maju, cerdas, sejahtera dan mempunyai kemampuan berdaya saing.
3.       Pembangunan bidang kesehatan
Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk peningakatan derajat kesehatan masyarakat dalam menggukanan layanan kesehatan dan mampu mendapatkan layanan kesehatan, sehingga derajat kesehatan masyrakat dapat meningkat.
4.       Pembangunan bidang ekonomi produktif
Pembangunan bidang ekonomi produktif diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi sandang, papan dan pangan. Selain itu menghidupkan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat yang meliputi bidang, pertanian,peternakan dan usaha kecil masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan.
5.       Pembangunan bidang sosial budaya dan pemuda
Pembangunan bidang sosial budaya dan pemuda diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan partisipasi pemuda dalam pembangunan serta mengembangkan kebudayaan yang berdasarkan pada nilai-nilai luhur serta kearipan lokal.
4.2.2          Potensi dan Masalah
a.  Bidang Sarana dan Prasarana
Potensi yang ada adalah sebagai berikut :
1.       Adanya fasilitas jalan Aspal yang menghubungkan Desa Lekor dengan Jalan Lombok Timur ekonomi di Desa Lekor.
2.       Adanya lahan Tembakau yang cukup luas dan potensial serta sangat mendukung diadakanya program Integrasi Sawit Sapi.
3.       Tersedianya tenaga kerja produktif
Masalah yang dihadapai sebagai berikut :
1.       Sampai saat ini di Desa Lekor masih terdapat sejumlah masalah bidang sarana dan prasarana dasar yang tidak memadai dan kondisinya sebagian sudah  rusak.
2.       Akses ke lahan pertanian yang masih jalan tanah dan belum adanya pengerasan .
b.      Potensi dan masalah bidang pendidikan
Potensi
-          Adanya prasarana belajar mengajar
-          Adanya peserta didik dan tenaga pengajar
-          Adanya kegiatan pembelajaran di bidang agama
Masalah
-     Belum tersedianya Fasilitas pendukung pada sarana pendidikan ,seperti
       Perpustakaan ,Toilet,Laboratorium dan Computer.
-          Masih kurangnya lokal SD/MI/MTs/MA untuk menunjang proses belajar mengajar,dan kurangnya motifasi orang tua pada anaknya agar rajin mengaji.
-          Belum tersedianya sarana pendidikan luar sekolah seperti lembaga keterampilan yang dapat menfasilitasi anggota masayarakat untuk memperoleh keterampilan.
-          Kurangnya fasilitas dan penunjang kesejahteraan tenaga pendidikan agama.
c.       Potensi masalah bidang kesehatan
Potensi
-          Tersedianya petugas  kesehatan
-          Tersedianya Posyandu serta Kadernya
-          Adanya Puskesmas Pembantu
-          Adanya Bidan Desa dan petugas medis.
Masalah
-           Masih adanya penderita malaria.
-           Belum memadainya sarana kesehatan
-           Masih kurangnya kesadaran terhadap budaya hidup bersih dan sehat
-           Kurangya kesadaran masyrakat tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan
-           Masih banyaknya hewan ternak yang berkeliaran sehinga mengotori lingkungan pedesaan.
d.      Potensi dan masalah masyarakat bidang ekonomi prduktif
Potensi
Adanya kelompok usaha masyarakat, kelompok simpan pinjam, kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), kelompok peternak/pertanian dan kelompok usaha kerajinan rotan serta  para pedagang kecil lainnya.
Masalah
-          Masih kurang berdayanya masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar
-          Kurangnya kemampuan masyarakat dalam berwirausaha
-          Kurangnya pembiayaan, pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menciptakan dan mengembangkan usaha pertanian dan perkebunan lainnya
e.    Potensi masalah bidang  sosial, budaya dan pemuda
Potensi
-          Adanya  pemuda
-          Adanya kearifan lokal yang luhur.
Masalah
-          Mulai timbulnya pergeseran budaya yang ditunjukan oleh terjadinya masalah sosial yang ada di desa
-          Masih rendahnya peran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan
-          Rendahnya budaya olah raga dan belum tersedianya Lapangan dan fasilitas olah raga.
4.2.3          Program Pembangunan Desa
1.       Program Pembangunan bidang sarana dan prasarana dasar desa
a.       Pembangunan dan peningkatan prasarana jalan desa, lingkungan dan jalan produksi usaha tani
b.       Pembangunan dan peningkatan prasarana bidang pertanian
c.       Pembangunan dan peningkatan prasarana pelayanan publik
d.       Pembangunan sarana dan prasarana di bidang kegiatan masyarakat
e.       Pembangunan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.
2.       Program pembangunan bidang pendidikan
a.       Pembangunan dan Peningkatan sarana pendidikan
b.       Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan Usia dini, TK, pendidikan dasar dan menengah, perguruan tinggi
c.       Pemberantasan putus sekolah pada masyarakat
d.       Peningkatan kulaitas dan kesejahteraan tenaga didik
e.       Mengaktifkan dan Meningkatkan kegiatan pengajian antara magrib dan insya (PAMI).
3.       Program pembangunan bidang kesehatan
a.       Meningkatkan kondisi dan derajat kesehatan masyarakat
b.       Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan bersih
c.       Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat
d.       Menjaga dan meningkatakan kebersihan & kesehatan lingkungan.
4.       Program pembangunan bidang ekonomi
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pengatahuan, permodalan, pembangunan sarana penunjang kegiatan ekonomi serta memperluas akses pamasaran hasil perkebunan dan usaha industri.
5.       Program pembangunan sosial budaya dan pemuda
a.        Peningkatan partisipasi pemuda dalam pembangunan
b.        Mengembangkan dan melestarikan kearifan & budaya lokal
c.        Mengupayakan penyerasian berbagai kebijakan pembangunan terhadap kebutuhan pemuda
d.       Meningkatkan peran aktif LAD, Kelompok kesenian tradisional dalam upaya pelestarian budaya lokal
4.2.4          Strategi Pencapaian
Untuk merealisasikan misi pembangunan  5 tahun sebagaimana diatas, pemerintahan desa Lekor melakukan strategi pembangunan sebagai berikut :
1.       Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi skala kecil dan menengah.
2.       Peningkatan peran dan partisifasi masyarakat dalam segala aspek pembangunan.
3.       Peningkatan sumberdaya manusia masyarakat dalam berbagai aspek.
4.       Mengoptimalkan pemamfaatan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pembangunan desa
5.       Menyelengarakan pemerintahan yang baik, bersih dan transparan.
6.       Meningkatkan sumber daya manusia aparatur pemerintahan
7.       Meningkatkan pelayanan publik terhadap masyarakat
Proses penyusunan  strategi pencapaian program dan kegiatan dilakukan ini dengan tahapan sebagai berikut :
1.       Membuat skala prioritas
Pembuatan skala prioritas ini bertujuan untuk mendapatkan priritas masalah yang harus segera dipecahkan. Adapun teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan rangking dan pembobotan
2.       Menyusun alternatif tindakan pemecahan masalah
Setelah semua masalah di rangking berdasarkan kriteria yang disepakati bersama, tahap selanjutnya adalah menyusun alternatif tindakan yang layak. Kegiatan ini mempunyai tujuaan untuk mendapatkan alternatif tindakan pemecahan masalah  dengan memperhatikan akar penyebab masalah dan potensi yang ada.
3.         Menetapkan tindakan yang layak
Pada tahapan ini  dipilih dan tindakan yang layak untuk memecahkan masalah yang ada. Dalam tahapan ini juga dipisahkan mana pembangunan sekala Desa dan pembangunan skala Daerah, skala propinsi dan skala nasional.
4.       Menyusun dan memilah rencana kegiatan bedasarkan urusan wajib dan urusan pilihan. 




















BAB V
PENUTUP

                   Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Desa (RPJMDes) adalah suatu kerangka dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan enam  tahunan yang dimulai dari Januari 2015 sampai dengan Desember 2021.
                   RPJMDes adalah perencanaan tingkat menengah desa yang harus disosialisasikan dan dipahami oleh semua komponen baik masyarakat, BPD dan Pemerintah Desa sebagai dokumen untuk melaksanakan pembangunan dan pedoman, dokumen RPJMDes adalah rencana pembangunan desa Lekor yang pelaksanaan operasionalnya dijabarkan kedalam Rencana Kegiatan Pembangunan Tahunan Desa (RKP Desa)  
                   RPJMDes secara teknis adalah pedoman untuk mewujudkan kesatuan arah pembagunan selama enam tahun. Pelaksanaan dan keberhasilan RPJMDes adalah tanggungjawab, konstitusional, kultural dan moral, baik masyarakat, pemerintah, dan swasta desa (Pihak ke-III) Lekor. RPJMDes desa Lekor adalah alat evaluasi standar devenitif untuk menilai pelaksanaan dan mencapai pelaksanaan pembangunan pada akhir kurun waktu enam tahun samapai dengan bulan Desember 2021.
                   Selanjutnya dengan pelaksanaan RPJMDes yang mengacu visi, misi, tujuan, dan sasaran yang akan dicappai selama lima tahun maka, hasilnya harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat desa Lekor, secara lebih merata dan keberadilan sebagai dari proses mewudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Lekor.
                   Rencana Pemabangunan Jangka Menegah Desa Lekor Tahun 2010 sampai dengan 2015 adalah pedoman bagi satuan kerja pemerintah desa Lekor dalam pelaksanaan operasionalnya melibatkan peran serta masyarakat, maka perlu dibentuk beberapa lembaga bedasarkan kebutuhan real dalam menyusun rencana strategis desa Lekor penjabaran tahunan dari dokumen RPJMDes adalah dasar penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBD). Untuk itu diperlukan kaidah-kaidah pelaksanaannya yaitu :
1.       Seluruh komponen masyarakat dan pemerintah desa berkewajiban melaksanakan program-program dalam RPJM Desa Lekor Tahun 2015 sampai 2021 dengan penuh tanggungjawab.
2.       Satuan kerja pemerintah desa atau lembaga-lembagan yang ada wajib untuk menyusun Rencana Starategis yang memuat visi, misi, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pokok pembangunan sesuai lembaga-lembaga dengan pedoman pada dokumen RPJM Desa Lekor tahun 2010 – 2015
3.       Dalam pelaksanaan RPJMDes ini pemerintah dan masyarakat desa Lekor membuat prioritas kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan disusun bedasarlkan urusan wajib dan urusan pilihan.
4.       Pada pelaksanaan RPJMDes diharapkan seluruh masyarakat serta lembaga-lemabaga yang ada di desa Lekor harus berpartisifasi dalam mewujudkan rencana dan strategi yang ada demi terwujudnya visi dan misi dalam RPJMDes ini.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan RPJM Desa Lekor tahun 2010 – 2015 perlu dilaksanakan evaluasi tahunan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui kemajuan dalam diterapkannya rencana strategi RPJMDes. 
KEPALA DESA
LEKOR


ANWAR HARIS S.IP

Lampiran :
1.        Tabel Rencana Pembagunan Jangkah Menengah Desa
2.        Peta Sosial Desa
3.        Kelender Musim
4.        Bagan Kelembagaan Desa
5.        Tabel data potensi, masalah, dan tindakan pemecahan masalah Form.Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 (Form. B1,C1,C2,C3,C4,D1,D2,D3 & D4)
6.        Peraturan Desa Lekor tentang RPJM Desa Lekor tahaun 2015-2021
7.        SK Tim Revisi Penyusunan RPJM Desa Lekor.


Lampiran 2
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKAH MENENGAH DESA
PERIODE 2010 – 2015
                                                                                                                                                                                                                                                  Provinsi: Jambi                                                                                                                                                                Kecamatan:Janapria
                                                  Kabupaten: Lombok Tengah                                                                   Desa: Lekor
Urusan
Kegiatan
Tujuan
Lokasi
 Perkiraan Biaya (Rp.)
Tahun Pelaksanaan
1
Wajib
Pembuatan Jalan ke kolam ikan
Mempelancar pengakutan hasil panen
Dusun1,2
          5.000.000
2011
2
Wajib
Pembuatan Gedung TK
Menambah mutu pendidikan
Dusun 1
      200.000.000
2013
3
Pilihan
Penyuluhan Tentang Adat Istiadat
Mengerti tentang adat istiadat
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
4
Wajib
Pengaspalan Jalan lingkungan desa
Memperlancar hubungan antara dusun
Dusun 1,2,3
  1.000.000.000
2011
5
Pilihan
Pengadaan Pupuk
Menambah kualitas hasil panen
Dusun 1,2,3,4
          6.000.000
2011
6
Pilihan
Pembuatan Pagar TPU
Untuk perawatan makam makam yang ada
Dusun 1,2
        20.000.000
2012
7
Wajib
Pemasangan Tiang & Jaringan Listrik
Memperluas jaringan listrik untuk pelangan
Dusun 1,2
      150.000.000
2011
8
Pilihan
Pelatihan Pertukangan
Menambah pengetahuan tentang pertukangan
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
9
Pilihan
Pelatihan Bengkel Las
Mengerti tentang las dan tralis
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
10
Wajib
SPP
Menambah modal bagi ibu-ibu
Dusun 1,2,3,4
      100.000.000
2011
11
Wajib
Penyuluhan PHBS
Mengetahui tentang PHBS
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
12
Wajib
Penambahan Keramba ikan
Menambah pembudidayan ikan
Dusun1,2
        60.000.000
2012
13
Wajib
Penambahan Bidan Desa
Memberi kemudahan untuk berobat
Dusun 3,4
        55.000.000
2011
14
Pilihan
Pembuatan Baju Seragam KPMD, RT, Pegawai Sarak. LAD, Guru PAMI & Guru MIS
Memberi rasa kebersamaan dan meningkatkan aktipitas kerja bagi KPMD,LAD,Guru PAMI,& guru MIS
Dusun 1,2,3,4
        30.000.000
2011
15
Wajib
Pelatihan Pemeliharaan Ternak Sapi & Penyuluhannya
Menambah hasil tenak dan mutu
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
16
Wajib
Pelatihan Menjahit
Menambah ketrampilan bagi ibi-ibu
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
17
Pilihan
Pelatihan Kader Teknik Mesin
Membuka lowongan kerja bagi pemuda
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
18
Wajib
Perkersan Jalan
Memberi kemudahan jalan antar dusun
Dusun 3,4
        50.000.000
2011
19
Wajib
Pembuatan Tapal Batas Desa
Mengerti dan tahu batas-batas desa
Dusun 1,2,3,4
        30.000.000
2011
20
Wajib
Pembuatan Sertifikat Tanah (Perona)
Hak milik belum memiliki sertifikat
Dusun 1,2,3,4
        10.000.000
2012
21
Wajib
Pembuatan Jalan Setapak Desa
Kenyamana anak anak menuju sekolah
Dusun 1,2,3,4
        50.000.000
2011
22
Wajib
Pembuatan Gedung PAUD
Menambah mutu pendidikan anak usia dini
Dusun 1
      150.000.000
2011
23
Pilihan
Pembuatan Balai Pemuda
kemudahan bagi pemuda untuk musyawarah
Dusun 1
      100.000.000
2012
24
Wajib
Pembangunan Kantor MIS
Untuk guru MIS yang mengajar
dusun 1
      100.000.000
2011
25
Wajib
Pembangunan Gedung Perpustakaan
Meningkatkan mianat baca bagi masyarakat
Dusun 2
      110.000.000
2012
26
Pilihan
Pelatihan Memasak
Memberi pengetahuan tentang masak memasak bagi ibi-ibu
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
27
Wajib
Rehab Kantor Balai Desa
kenyamanan untuk aparat desa bekerja
Dusun 1
        50.000.000
2011
28
Pilihan
Pengadaan Motor Dinas Sekdes
Kemudahan sekdes untuk melakukan kerja
Dusun 1
        15.000.000
2014
29
Pilihan
Pengadaan Alat Musik Pemuda
hiburan untuk pemuda
Dusun 1,2,3,4
        20.000.000
2012
30
Wajib
Pembuatan Jembatan
kemudahan untuk akses jalan desa
Dusun 3,4
      150.000.000
2012
31
Wajib
Pembuatan Irigasi dan Percetakan Sawah
Meningkatkan hasil pertanian padi
Dusun 1,2
      100.000.000
2011
32
Pilihan
Pembangunan Pagar SD
Menembah kebersihan dan kenyamanan
Dusun 2
        30.000.000
2012
33
Wajib
Bedah Rumah
Membantu masyarakat ekonomi lemah
Dusun 1,2,3,4
        50.000.000
2011-2015
34
Wajib
Rehab Posyandu
Meningkatkan kesehatan anak dan balita
Dusun 1
      400.000.000
2011
35
Wajib
Penambahan Lahan TPU
kurangnya area yang ada
Dusun 2
        10.000.000
2011
36
Wajib
Penambahan Alat Pertanian
untuk pengembangan luas lahan
Dusun 1,2,3
        88.000.000
2011
37
Pilihan
Penambahan Alat Musik Kesenian Daerah
Melestarikan kebudayaan daerah
Dusun 1
        20.000.000
2011-2013
38
Pilihan
Pembuatan Kantor Gapoktan
kemudahan bagi peternak ikan
Dusun 2
      150.000.000
2011
39
Wajib
Pembuatan gorong-gorong
Melancarkan pembuangan air dari erosi
Dusun 1,2,3,4
        40.000.000
2011
40
Wajib
Pembangunan Dermaga Penyeberangan
Memberi kemudahan untuk tranportasi penyebrangan dari dusun 2 ke dusun3
Dusun2,3
      100.000.000
2011
41
Wajib
Pelatihan Komputer
Menembah pengetahuan perangkat lunak
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2011
42
Wajib
Pengadaan Ternak
Menambah pendapatan masyarakat
Dusun 1,2,3,4
      200.000.000
2011
43
Pilihan
Pengadaan Mesin Jahit
Memberikan kegiantan bagi ibu-ibu
Dusun 1,2,3,4
        10.000.000
2011
44
Wajib
Penambahan Gardu Listrik
Menambah penerangan listrik di desa
Dusun 1,2,3
        10.000.000
2011
45
Pilihan
Pembuatan Lumbung Padi
Penyimpanan padi mutu gabah
Dusun 1,2,3
        30.000.000
2012
46
Wajib
Pembangunan Turap
Mengurangi erosi pinggiran sungai
Dusun 1,2
      200.000.000
2011
47
Wajib
Pembangunan Rumah Bidan Desa di dusun seberang
kemudahan masyarakat dusun diseberang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
Dusun 3,4
      150.000.000
2011
48
Pilihan
Pembangunan Kantor BPD
kenyamanan anggota BPD untuk musyawarah
Dusun1
      150.000.000
2011
49
Wajib
Rehab Masjid
Perawatan dan peluasan masjid
Dusun 1
        40.000.000
2011
50
Wajib
Penambahan pembuatan Kolam Ikan
Banyaknya minat untuk budidaya ikan
Dusun 1,2,3
      150.000.000
2011
51
Pilihan
Penambahan Honor Guru PAMI, MIS, RT & KPMD
Membantu perekonomian guru PAMI,MIS,RT,KPMD
Dusun 1,2,3,4
        30.000.000
2011
52
Wajib
Pembuatan Taman Gizi untuk BALITA
kemudahan ibu dan anak untuk mengetahui perkembangan gizi untuk balita
Dusun 1
      140.000.000
2011
53
Wajib
Pembuatan Sumur Gali dan Sanitasi
Mendapatkan air bersi yang layak komsumsi
Dusun 3,4
        50.000.000
2011
54
Wajib
Pembuatan Gudang Kantor Desa
Menjaga alat-alat inpentari dengan aman
Dusun 2
      100.000.000
2011
55
Pilihan
Pembuatan Gedung PKK
kemudahan ibu PKK untuk musyawarah
Dusun 2
      200.000.000
2013
56
Wajib
Pembuatan Akta Kelahiran Masal
semua masyarakat memilki akta kelahiran
Dusun 1,2,3,4
          2.500.000
2011-2015
57
Wajib
Pembangunan Balai Pertemuan
Belum memilki balai pertemuan
Dusun 1,2
      150.000.000
2014
58
Wajib
Pelatihan Surat Menyurat dan pembuatan SPJ
Mengerti akan surat menyuran dan lowongan kerja
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2012
59
Wajib
Rehab Musholla
Perawatan mushola dan perluasan
Dusun 3,4
        50.000.000
2012
60
Pilihan
Pengadaan Motor Dinas Ketua Adat
Memberi kemudahan LAD untuk melakuakan tugas
Dusun 2
        15.000.000
2012
61
Wajib
Pengadaan Bibit Ikan dan Pakan Ikan
kemudahan peternak untuk berkembang
Dusun 1,2,3
        20.000.000
2011
62
Wajib
Pembuatan Poskamling
Memberi keamanan untuk setiap dusun
Dusun 1,2,3,4
          6.000.000
2011
63
Wajib
Pembuatan Gedung Kesehatan
kemudahan masyarakat mendapatkan pelayana kesehatan
Dusun 3,4
      150.000.000
2011
64
Wajib
Pembelian Bibit Karet dan Sawit
Memberi kemudahan bagi petani
Dusun 1,2,3,4
      100.000.000
2011
65
Pilihan
Pelatihan SATGAS desa
Mengerti akan tanggung jawab SATGAS
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2012
66
Wajib
Pengadaan Amper Listrik
Kemudahan mendapatkan aliran listrik
Dusun 1,2
      250.000.000
2011-2014
67
Wajib
Pelatihan Home Industry
Mengurangi penganguran yang ada
Dusun 1,2,3,4
          5.000.000
2012
68
Wajib
Perkerasan Jalan ke sawah
kemudahan untuk mengangkut hasil panen
Dusun 1,2
      100.000.000
2011
69
Wajib
Penambahan pegawai Sarak
Mengurangi kerja rangkap
Dusun 4
      150.000.000
2011
70
Wajib
Penambahan MCK
MCK yang ada belum mencukupi
Dusun 1,2,3,4
      100.000.000
2011
71
Wajib
Rehab Jalan Lingkungan
Kemudahan bagi pengguna jalan
Dusun 1,2,3,4
        80.000.000
2011-2012
72
Pilihan
Pembuatan Pagar Ternak
Banyaknya ternak yang berkeliaran
Dusun 1,2,3
        40.000.000
2013
73
Pilihan
Pembangunan Pagar Puskesmas
Menjaga puskesmas dari ternak
Dusun 2
        12.000.000
2013

                                                                                                     Kepala Desa Lekor


                                                                                                                       ANWAR HARIS S.IP

Komentar

Posting Komentar